Tampilkan postingan dengan label Meeting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meeting. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

Pertemuan dengan PAT


Seorang PAT tengah menyampaikan masukan dan harapan tentang kenaikan gaji tahun 2012


Sebagai persiapan tim perunding serikat pekerja dalam menghadapi kenaikan gaji tahun ini, pada tanggal 14 Desember 2011, SPSI mengundang semua unsur organisasi di SPV untuk bisa memberikan masukan-masukannya terkait dengan hal tersebut. Hadir dalam pertemuan tersebut, Supervisor Club, PPMI’98, FOH, Komite Wanita yang masing-masing diwakili langsung oleh ketuanya, serta 52 orang PAT yang mewakili lebih dari 40 Departemen. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing elemen organisasi dan PAT diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan-masukannya terkait kenaikan gaji 2012. Semua masukan tersebut kemudian akan dijadikan bahan bagi Tim Perunding Kenaikan Gaji SPSI dalam melakukan negosiasi dengan Tim Perunding dari Perusahaan nanti.

PERTEMUAN SPSI DENGAN MANAJEMEN


Terkait dengan program kerja SPSI yang erat kaitannya dengan Manajemen, Jum’at 25 November 2011 pengurus SPSI mengadakan pertemuan untuk membicarakan kelanjutan program tersebut diantaranya membahas masalah:
Bonus Produksi 2011 dan Proposal harga Kantin, Pelatihan Pra Pensiun, LKS Bipartit, kontrak karyawan outsourcing, serta menyoal keterlibatan SP dalam mengontrol kualitas sepatu dan seragam.

Selasa, 20 Desember 2011

PERUNDINGAN PARAMATER BONUS TARGET PRODUKSI 2011



President Director Mr. Wolfram Kalt melalui Sr. Manager HRD Bapak Deden E. Rusfiandi secara resmi mengundang Pengurus SPSI untuk menyelesaikan proses kesepakatan parameter target Bonus yang masih belum disepakati oleh kedua belah pihak setelah melalui beberapakali proses pertemuan. Di ruang kerjanya Mr. Kalt memberikan penjelasan secara detail mengenai pentingnya parameter target bonus tersebut untuk segera di sepakati dan dilaksanakan sebelum tahun 2011 ini berakhir. Melalui proses negosiasi yang panjang, akhirnya kesepakatan tersebut dapat dicapai dan disetujui oleh Serikat Pekerja. Namun demikian, Serikat Pekerja mengajukan proposal untuk menaikan besaran Bonus tersebut supaya bisa disamakan dengan yang selama ini diperoleh oleh Senior Staff. Menanggapi proposal tersebut, Mr. Kalt akan mendiskusikan lebih lanjut dengan BOD yang lain dan tidak menggaransi bahwa ini akan berhasil. Dalam kesempatan itu, Serikat Pekerja memohon bantuan secara personal kepada Mr. Kalt untuk bisa memberikan donasi kepada salah seorang karyawan yang saat ini tengah menjalani pengobatan putrinya, yang sudah menghabiskan biaya yang cukup besar dan sudah dipastikan menimbulkan excess claim karena biaya tersebut tidak di cover oleh pihak asuransi. Mr. Kalt secara personal memberikan respon positif dan berjanji akan segera menindaklanjutinya. (Redaksi)

UJI SAJI KANTIN DALAM PERSIAPAN KONTRAK BARU CATERING KANTIN

Meeting Kantin, yang dihadiri oleh Ifi Zulkifli, Basari, Putu Alam, Agus Zaenal , dari unsur Manajemen dan Triswanto,Amin Sutahar, Joko Sutarno, Jajat Sudrajat (dari unsur Serikat Pekerja)



Setelah menghadiri pertemuan dengan senior staf terkait masalah seragam batik, pada hari yang sama Pengurus SPSI melanjutkan pertemuan dengan Manajemen yang mengelola kantin. Pertemuan membahas tentang akan berakhirnya kontrak dengan Kantin Yoga tama dan Kantin Koperasi. Beberapa langkah akan dilakukan oleh tim yang terdiri dari Manajemen dan SPSI mulai dari Verifikasi Proposal Catering, Seleksi Kelengkapan Administrasi, Survey Dapur Catering, Undangan Vendor Catering, Pelaksanaan Uji Saji sampai akhirnya bulan Januari 2012 kita sudah bisa merasakan makan dikantin dengan dilayani oleh Vendor catering yang baru dari hasil seleksi tersebut.

Yang menjadi diskusi alot adalah pada saat penentuan harga porsi untuk Uji Saji. Karena kita harapkan dalam uji saji tersebut kita bisa menggunakan harga baru, sebagai bentuk nyata adanya peningkatan menu kantin dari Rp 8.000 per porsi yang saat ini berlaku. Mudah-mudahan dengan melalui proses seperti ini, kualitas jasa penyedia makan kantin kita bisa teruji dan bisa mengurangi jumlah keluhan-keluhan dari karyawan yang sering makan di kantin. Sering kita mendengar keluhan seperti makanan kantin yang tidak layak di konsumsi dan mengakibatkan sakit perut. Ataupun sering kita temukan adanya ulat yang masih berada dalam lalap yang akan kita makan. Masalah ”harga baru” ini tentunya harus dirundingkan lebih lanjut antara Serikat Pekerja dengan Manajemen. Sehingga mudah-mudahan pada saat Uji Saji dilaksanakan, sudah tercapai kesepakatan harga baru tersebut yang kita harapkan meningkat dan lebih baik dari saat ini. (Humas SPSI)

Minggu, 06 November 2011

Meeting dengan Dana Pensiun

SP dan Manajemen tengah menyimak laporan dari Pengurus Dana Pensiun (Foto: SPSI)




Terkait dengan status dana yang disimpan di Bank IFI yang terkena masalah yaitu sebesar, 3,175 Milyar, sampai saat ini Pengurus Dana Pensiun tengah mengupayakan agar uang tersebut bisa kembali meski kemungkinan ke arah sana sangat kecil mengingat jumlah aset yang dimiliki oleh Bank IFI yang telah dinyatakan Bangkrut tersebut tidak mencukupi untuk membayar kewajiban kepada semua nasabahnya termasuk dana pensiun kita yang berada di urutan ke 7 daftar yang akan dibayar. Diharapkan tahun 2013 kasus Bank IFI harus sudah selesai dan pengurus bisa memberikan kepastian nasib dari uang tersebut.

Dana Pensiun PT SPV dibentuk dengan maksud untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti, dengan tujuan memberikan kesinambungan penghasilan bagi peserta dan keluarganya.

Untuk Tahun 2011 ini ketua Dana Pensiun dijabat oleh Ibu Agustini (JKO Marketing) menggantikan Bapak Yon Nusdal (Accounting), yang kini menjabat sebagai bendahara dan Bapak Rosa Belawan sebagai Sekretaris. Sedangkan duduk sebagai Dewan Pengawas yaitu : Bapak Wahyudi Agung Wibowo (mewakili Pemberi Kerja) sebagai Ketua dan Bapak Yuventius Suharyadi (Mewakili Peserta).

Dalam paparannya kepada serikat pekerja yang diwakili oleh SPSI dan PPMI di ruang Meeting Safety 30 September 2011 yang lalu, Pengurus Dana Pensiun menjelaskan laporan perkembangannya tahun 2010 dan 2011.

PERTEMUAN ANTARA SPSI DENGAN PPMI’98 TENTANG DANA PENSIUN KARYAWAN PT SPV

Menindak lanjuti hasil pertemuan dengan Dana Pensiun, SPSI dan PPMI mengadakan pertemuan pada tanggal 30 September dan 7 Oktober di ruang SPSI untuk membahas langkah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pengurus Dana Pensiun yang diantaranya:

1. Menambah jumlah Dewan Pengawas dari wakil pekerja menjadi dua orang dan dari pihak pengusaha 2 orang.

2. Mengajukan nama calon Dewan Pengawas dari Pihak Pekerja yaitu Bapak Irawan dan Bapak Sunarno.

3. Meminta agar Dana Pensiun berusaha untuk mendapatkan kembali dana 3,175 Milyar yang bermasalah Bank IFI.

4. Mengajak agar Dana Pensiun bekerja sama dengan Serikat pekerta untuk mensosialisasikan Program Dana Pensiun bagi karyawan yang belum menjadi anggotanya.

5. Mengusahakan kepada Pengurus Dana Pensiun agar Dana Pensiun karyawan bisa dimanfaatkan juga bagi kemajuan Koperasi. (JS)



Meeting Asuransi dengan Managemen

Meeting SPSI dengan Managemen dan Citra Husada

Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh salah seorang peserta Askes mengenai adanya perbedaan dan tidak akuratnya hasil pemeriksaan laboratorium Bora Medika (SPV IV) dan menurut pasien sangat mencurigakan karena terjadi perbedaan dengan hasil pemeriksaan laboratorium Prodia, secara resmi pihak Citra Husada menyampaikan hasil investigasi kasus tersebut kepada Manajemen dan Serikat Pekerja pada hari Kamis 20 Oktober 2011.

Dalam penjelasannya Citra Husada mengatakan bahwa berbedanya kedua hasil lab. tersebut hal sangat dipengaruhi oleh Precondition yang harus dipenuhi oleh pasien saat sebelum melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan langsung oleh dr. Tito yang menjadi pasien langsung, pada kedua laboratorium tersebut, tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. Namun demikian, pihak Citra Husada sudah mengambil tindakan dengan menutup sementara keberadaan Laboratorium Bora Medika tersebut karena Citra Husada juga menemukan data yang kurang memuaskan dari kalibrasi alat yang digunakan. Selain itu hasil investigasi juga menunjukan adanya SOP yang tidak dijalankan dalam mengobservasi kondisi pasien (precondition) sebelum dilakukannya tindakan pemeriksaan darah tersebut.

Untuk sementara, peserta askes PT SPV bisa menggunakan Laboratorium KOPINDOSAT sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak Citra Husada.

Meeting Asuransi dengan Managemen

Pertemuan Masalah Asuransi Kesehatan Ruang Meeting B Club House

Integra sebagai Broker resmi asuransi kesehatan karyawan PT SPV mempresentasikan pengelolaaan asuransi kesehatan karyawan kepada Manajemen dan Serikat Pekerja 29 September 2011 yang lalu. Dihadiri langsung oleh Presiden Direktur, Mr. Kalt dan Mr. Ian Colley. Dalam pertemuan tersebut HRD diwakili oleh Bapak Deden (Senior Manager HRD) dan Manager Service, Bapak Agus ZM. Sedangkan dari Serikat Pekerja, diwakili oleh ketua, Sekretaris dan wakil Bidang Kesra.

Tim Integra yang dipimpin oleh Ibu Anggraini mempresentasikan

TREND OF BENEFIT IMPROVEMENT yang diberikan dalam pelayanan kesehatan ini yang semuanya dikatakan mengalami kenaikkan. Menurut paparannya, Pelayanan kesehatan untuk karyawan SPV jauh lebih baik dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan disekitarnya. Menurutnya lebih lanjut, bahwa peningkatan tersebut ditunjukan dengan diantaranya, karyawan yang bisa bebas dan fleksibel dalam memilih rumah sakit dan untuk RS Bayu Asih karyawan SPV mendapatkan pelayanan di VIP Room. Kemudian obat yang tidak terbatas, pemberian kacamata tidak hanya kepada karyawan tetapi untuk keluarganya, santunan untuk biaya persalinan normal 1 – 1.25 juta dan Cesar 6.12 juta, dan Vitamin yang di cover Rp 100.000/ tahun.

SPSI melalui Triswanto sangat memberikan apresisasi kepada manajemen yang sudah memperhatikan masalah kesehatan karyawan dengan meningkatkan benefit yang didapatkan oleh karyawan dengan mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Dan SPSI akan memberikan konstribusi kepada manajemen dengan membantu mengontrol agar biaya besar yang dikeluarkan tersebut benar-benar dapat dinikmati oleh karyawan. Ditegaskannya bahwa peranan SP yang tidak hanya mengontrol kesehatan, tetapi juga kantin, sepatu dan baju seragam dan transportasi adalah semata-mata untuk membantu manajemen agar pengelolaan dana yang dikeluarkan tersebut bisa mencapai hasil yang optimal dan terasakan oleh seluruh karyawan. Bagi SP, adanya trend Excess Claim di tengah karyawan meski sekarang cenderung turun dari 700 juta menjadi 400 juta tetap menjadi indikator yang signifikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Manajemen belum optimal. Terlepas dari adanya excess claim tersebut Atas Permintaan Sendiri – APS (base own request) ataupun karena terbatasnya limitasi pengobatan (limitation of budget of employer).

SPSI sangat berharap, perusahaan kita bisa belajar dari “Negeri Tetangga” yang bisa memberikan fasilitas Zero Excess Claim bagi karyawannya. Meski kita tidak tahu persis berapa dana yang mereka keluarkan dan sistem yang mereka gunakan, yang jelas Manajemen kita bisa mencontoh agar masalah excess claim ini tidak menjadi momok bagi karyawan yang menghadapi pensiun yang harus bergulat dengan potongan gaji karena adanya excess claim tersebut. Yang menurut Integra turun menjadi Rp. 400 juta pada tahun 2010-2011 ini. SPSI juga mengajak Manegemen untuk mencari solusi penyelesaian excess claim tersebut agar tidak menjadi beban bagi karyawan.

SPSI juga menyampaikan agar medical check up bisa dilaksanakan kembali setelah 2 tahun tidak berjalan. MCU ini sangat penting bagi karyawan untuk mengontrol kesehatannya secara menyeluruh dan rutin selain merupakan implementasi dari PKB BAB X Pasal 35 Ayat 1 bahwa

Dalam kesempatan tersebut juga SPSI menganjurkan untuk diadakan Seminar mengenai kesehatan kepada karyawan supaya mereka bisa mengerti tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan melaksanakan polah hidup sehat yang dianjurkan.

Menanggapi hal tersebut Mr. Kalt akan memberikan fokus khusus kepada pemecahan kasus Excess Claim untuk meminimalisasi terjadinya excess claim. Mr. Ian juga mendukung hal tersebut bahwa harus dilakukan suatu analisa yang intensive terhadap excess claim sehingga di masa yang akan datang kita mempunyai suatu sistem pengelolaan kesehatan yang lebih baik dengan tidak adanya Excess Claim lagi. Manajemen berharap kepada karyawan melalui SPSI untuk memberikan kepercayaan penuh kepada Manajemen yang akan selalu peduli untuk memberikan dan meningkatkan fasilitas kesehatan kepada karyawannya secara terus menerus. Hal ini diawali dengan niat manajemen yang akan merekrut satu orang ahli khusus untuk mengurusi masalah kesehatan secara professional. (JS)

Kamis, 27 Oktober 2011

Meeting Bulanan Pengurus

Rapat Pengurus yang dilaksanakan setiap Minggu kedua untuk mengevaluasi program, kerja setiap bidang




Jumat, 25 Maret 2011

Persiapan Pelatihan FSP KEP SPSI

Hadir pada Rapat Persiapan pelatihan Ketua PC KEP Iwan Hidayat,

PUK SPSI PT. SPV, PUK IBR dan PUK NIPSEA

Pada tanggal 23 Maret 2011, DPC SPSI Purwakarta melalui ketuanya Iwan Hidayat mengundang 6 PUK SP KEP SPSI se Purwakarta yang ada dibawah koordinasinya. Dari 6 PUK yang diundang hanya 4 yang bisa hadir yaitu tersebut dihadiri Triswanto, Jajat Sudrajat, Bambang Sukiryanto dan Suryana dari PIK SPSI PT. SPV, Nimatullah dari .PUK SPSI PT IBR, Sugito dan Asep Somantri dari PUK PT NIPSEA, 2 PUK yang tidak hadir menurut konfirmasi Ketua PC adalah terkendala masalah ijin dari Perusahaannya. Dalam rapat tersebut dibahas rencana kerja PC untuk menyelenggarakan Pelatihan Anggota untuk 100 orang anggota PUK dalam bidang Hukum Tenaga Kerja dan lain-lain. Kegiatan ini hampir serupa dengan kegiatan yang pernah dilaksanakan oleh PUK PT SPSI pada Desember 2010 silam. Karena hal tersebut, ketua PC memohon bantuan dukungan kepada PUK SPSI PT SPV untuk menjadi bagian panitia inti dari pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam pengajuan proposal sebelumnya memang sudah di pilih Pak Irawan (Pengurus PC yang juga HOD MMIV) untuk menjadi Ketua Pelaksana dan Wakilnya Bambang Sukiryanto yang juga Waka Bidang Hukum dan Pembelaan PUK SPSI PT SPV. Disepakati akhirnya semua pelaksana kegiatan tersebut didukung sepenuhnya oleh semua pengurus PUK SPSI PT SPV. Kegiatan Pelatihan ini yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 23 April 2011 di PT. South Pacific Viscose Purwakarta. PUK SPSI PT SPV rencananya akan mengirimkan semua pengurus dan anggota PAT yang ditunjuk sebanyak 30 orang untuk mengikuti kegiatan tersebut. (SB)

Rabu, 16 Februari 2011

Meeting Perwakilan Anggota Tetap (Salary Increment)



Pada tanggal 16 Februari 2011, SPSI mengadakan meeting dengan Perwakilan Anggota Tetap, dengan agenda sosialisasi Kenaikkan gaji 2011 yang pada 2 hari yang lalu telah diumumkan ke karyawan. Hasil keputusan yang dilakukan tim perunding, yaitu Manajemen sebanyak 5 orang dan SPSI sebanyak 8 orang sebagai wakil karyawan.
Sampai keputusan kenaikan gaji dikeluarkan melalui pengumuman oleh Manajemen, kedua tim telah melakukan perundingan formal sebanyak 9 kali pertemuan, dilur pertemuan dan lobi-lobi informal yang dilakukan oleh beberapa orang pengurus.
Setelah perundingan kenaikan gaji dibuka secara resmi oleh Mr. Kaltz pada tanggal 15 Desember 2010 dan akhirnya perundingan berakhir pada tanggal 11 Februari 2011. Setelah ditunda selama kurang lebih 10 hari karena belum dicapai kesepakatan, maka kedua belah pihak sepakat memutuskan bahwa kenaikan gaji tahun ini adalah 12% (7% Inflasi dan 5% merit), serta 2% akan dibudgetkan oleh Manajemen untuk memperbaiki sistem salary dan mengurangi adanya Gap Salary). Minimal kenaikan 2% ini akan diberikan untuk penyesuaian gaji karyawan yang mempunyai gaji tidak sesuai standar di level mereka berada. Sehingga total kenaikan gaji karyawan PT SPV tahun ini adalah 14%.
Hasil perundingan ini tentu menimbulkan berbagai penilaian datang dari berbagai sudut pandang. Namun bagaimanapun, kita sadari suatu keputusan pasti akan menimbulkan pro dan kontra, namun demikian SPSI selalu berusaha untuk dapat melakukan yang terbaik demi kesejahteraan anggotanya, dan tentu saja hasil yang dicapai tidak akan bisa memuaskan keinginan semua pihak. (Js)

Minggu, 16 Januari 2011

Meeting Increment 2011



Suasana meeting increment antara SPSI dengan Manajemen di Guest House.

berita2.com 9 Februari 2011
Tahun depan, buruh yang ada di Kabupaten Purwakarta akan mengalami kenaikan upah. Kenaikan itu dipastikan setelah Dewan Pengupahan Kabupaten menetapkan Upah Minimun Kabupaten sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

"Ya sekitar 14,72 persen (kenaikannya), dan penghasilan buruh mulai 2011 menjadi Rp 1.116.000 per bulan," kata Ketua Dewan Pengupahan Titov Firmansyah yang juga Kepala Disnakertransos Purwakarta kepada wartawan.

Kenaikan upah yang sesuai dengan KHL itu diklaim Titov sebagai yang pertama di Purwakarta. Kenaikan UMK yang sama dengan KHL tersebut merupakan hasil kajian yang mendalam dan atas kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, pengusaha, serikat pekerja, para pakar dan para akademisi.

Bagi para pengusaha yang merasa keberatan, menurut Titov, masih memiliki ruang untuk menyampaikan keberatannya. Tapi, disampaikannya nanti jika usulan Dewan Pengupahan Kabupaten itu sudah ditandatangani Gubernur. "Putusan Dewan Pengupahan kabupaten Purwakarta soal UMK baru itu sudah kami kirimkan Selasa
(2/11)lalu, tinggal menunggu pengesahannya saja," tutur Titov.

Yayan, salah seorang buruh yang bekerja di sektor industri kimia mengaku gembira dengan putusan Dewan Pengupahan tersebut. “Akhirnya, harapan itu terwujud juga,” kata Yayan. “Ini surprise dan hadiah Tahun Baru 2011 buat buruh di Purwakarta.” Agus Gunawan, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia kabupaten Purwakarta, mengaku gembira dengan terjadinya kenaikan UMK 2011 yang sudah sesuai dengan KHL.

"Meski agak terlambat jika dibandingkan dengan daerah lain seperti Karawang, kami tetap mengapresiasi keputusan itu," kata Agus.

Hanya saja, ujar Agus, kenaikan UMK 2011 sesuai KHL baru bisa dinikmati oleh para buruh yang bekerja di sektor industri hulu seperti penghasil kimia, otomotif dan elektronika. Sementara, para buruh yang bekerja pada industri padat karya seperti garmen dan boneka, masih tetap saja menikmati penghasilan sesuai dengan UMK yang pada 2011 dipatok jadi Rp 961.200 naik delapan persen dari UMK 2010.

Darius Krisdanu Purwana, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Purwakarta, mengaku pasrah dengan adanya kenaikan UMK sesuai KHL tersebut. “Itu kan sudah jadi keputusan kolektif Dewan Pengupahan Kabupaten,” kata Darius. Ia mengaku sempat mengajukan keberatan para pengusaha dalam perdebatan di Dewan Pengupahan. “Sebab, kami awalnya hanya mengusulkan
kenaikan UMK itu hanya lima persen dari UMK sebelumnya,” kata Darius. (TOM)

Rabu, 09 Juni 2010

MUSDA III DPP SPSI JABAR





Pelaksanaan Musda III Pimpinan Daerah Serikat Pekerja KEP SPSI, Propinsi JABAR yang dilaksanakan di puncak Bogor tepatnya di Wisma Dirga, Cibulan telah terlaksana dengan baik dan lancar. Sebanyak 74 peserta (dari 139 undangan) hadir dalam pelaksanaan musda tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 1 - 3 Juni 2010.


SPSI PUK PT. SPV mengirimkan 3 orang wakilnya yaitu Suryana (Bidang Organisasi), Tjahyono (Sekretaris) dan Bambang S. (Bidang Hukum dan Pembelaan) serta Iwan Hidayat yang mewakili DPC SPSI Purwakarta.


Musda III dibuka oleh Wakil Ketua Umum PP SPKEP SPSI R Abdullah yang dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa ada 4 agenda yang yang menjadi GBHO (Garis Garis Besar Haluan Organisasi) pengurus PD 2010-2015 yaitu
Penguatan dalam hal kemandirian keuangan organisasi.
Penguatan dalam bidang Advokasi.
Penguatan sumber daya manusia.
Penguatan soliditas & solidaritas antar anggota.



Adapun Target yang hendak dicapai :
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) : Jamsostek, Askes, Asabri & Taspen, diubah dari BUMN menjadi Wali Amanah (orientasi : profit yang diterima akan dikembalikan lagi kepada peserta).
jaminan kesehatan yang selama ini berakhir ketika peserta pensiun, diubah menjadi Istri & anak peserta dijamin hingga karyawan meninggal.
Jaminan pensiun seluruh pekerja formal mendapat hak yang sama seperti pegawai negeri maupun ABRI.
Jaminan sosial bukan hanya untuk pekerja formal tapi juga yang diluar formal.
Wakil dari PT SPV yaitu Suryana yang ditunjuk sebagai ketua komisi B ( bidang Peraturan Organisasi) menyoroti masalah teknis penyaluran COS dari PUK kepada perangkat diatasnya.


Dalam kesempatan tanya jawab dengan ketua PD, Bambang S. menegaskan tentang adanya penambahan kata Federasi didepan kata SK (Serikat Pekerja) serta usulan diadakannya gerakan seribu rupiah (SERBU) bagi seluruh anggota SPSI KEP Jabar untuk merenovasi ruangan PD KEP di bandung yang akan direalisasikan secepatnya.
Dalam MUSDA tersebut terpilih Pengurus untuk periode 2010-2015 :
Ketua : H Dardju.
Wakil Ketua 1 : Bawit Umar.
Wakil Ketua II : Syaiful Anwar.
Sekretaris : J Undi Haryanto.
Wakil Sekretaris I : Suparno.
Wakil Sekretaris II : Iwan Hidayat.
Bendahara : Hj Kusmiyati.

Email PD : pdspkep_spsijbr@yahoo.co.id
No Rek PD SPKEP SPSI : 0005-01-000422305. ( BRI Alun2 Bandung, Jabar).