Minggu, 06 November 2011

Meeting Asuransi dengan Managemen

Meeting SPSI dengan Managemen dan Citra Husada

Menanggapi keluhan yang disampaikan oleh salah seorang peserta Askes mengenai adanya perbedaan dan tidak akuratnya hasil pemeriksaan laboratorium Bora Medika (SPV IV) dan menurut pasien sangat mencurigakan karena terjadi perbedaan dengan hasil pemeriksaan laboratorium Prodia, secara resmi pihak Citra Husada menyampaikan hasil investigasi kasus tersebut kepada Manajemen dan Serikat Pekerja pada hari Kamis 20 Oktober 2011.

Dalam penjelasannya Citra Husada mengatakan bahwa berbedanya kedua hasil lab. tersebut hal sangat dipengaruhi oleh Precondition yang harus dipenuhi oleh pasien saat sebelum melakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan langsung oleh dr. Tito yang menjadi pasien langsung, pada kedua laboratorium tersebut, tidak menunjukan perbedaan yang signifikan. Namun demikian, pihak Citra Husada sudah mengambil tindakan dengan menutup sementara keberadaan Laboratorium Bora Medika tersebut karena Citra Husada juga menemukan data yang kurang memuaskan dari kalibrasi alat yang digunakan. Selain itu hasil investigasi juga menunjukan adanya SOP yang tidak dijalankan dalam mengobservasi kondisi pasien (precondition) sebelum dilakukannya tindakan pemeriksaan darah tersebut.

Untuk sementara, peserta askes PT SPV bisa menggunakan Laboratorium KOPINDOSAT sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari pihak Citra Husada.

Aksi damai dukung PT. Freeport Indonesia


PUK SPSI PT SPV sebagai bagian dari keluarga besar SPSI berperan serta memberikan dukungan terhadap perjuangan rekan-rekan di PT Freeport Indonesia (Foto: SPSI)





Suasana aksi damai sebagai bentuk belasungkawa, simpati dan dukungan pada kasus PT Freeport Indonesia. (Foto: SPSI)



Ketua PP KEP SPSI memberikan sambutan sekaligus menyerahkan karangan bunga kepada keluarga korban penembakan Petrus W. Ayamiseba (foto:SPSI)
Suasana Unras di PT Freeport Indonesia pada tanggal 10 Oktober 2011 (foto: internet)

Insiden 10 Oktober 2011 antara pekerja dengan aparat kepolisian dalam unjuk rasa antara Serikat Pekerja dengan PT Freeport Indonesia yang menewaskan seorang pekerja keluarga besar SPSI PT Freeport Indonesia, Alm. Petrus W Ayamiseba dan 5 orang terluka menjadi duka yang mendalam bagi kita semua. Tingkat kesejahteraan yang diterima oleh pekerja yang menurut mereka sangat tidak sebanding dengan benefit besar yang diperoleh PT Freeport, membuat pekerja mengajukan tuntutan kepada manajemen untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan pekerjanya. Unjuk rasa pekerja PT Freeport di terminal Gorong-gorong, Timika, berubah menjadi amuk massa. Polisi menghalangi para pekerja yang terus merangsek terminal sehingga terjadi bentrokan. Massa membakar empat buah mobil, tiga di antaranya mobil pengangkut peti kemas di ruas jalan dari Pelabuhan Portsite Amamapare menuju Tembagapura di sekitar Mil 26-27. Insiden ini bermula ketika ribuan karyawan yang sejak 15 September lalu menggelar aksi mogok kerja, hendak naik menuju areal tambang di Tembagapura melalui terminal Gorong-gorong. Namun, pihak manajemen Freeport dibantu aparat kepolisian menghadang.

Sejauh ini, Freeport menolak renegosiasi kontrak dengan pemerintah Indonesia, sementara pemerintah tidak berani mengambil sikap. PT Freeport Indonesia telah membukukan total cadangan bijih terkira sebesar 2,6 Miliar Metrik Ton yang memiliki kandungan tembaga sebesarr 23 juta Metrik Ton pada 6 lokasi penambangan.Dari total US$18,98 miliar pendapatan Freeport McMoran sepanjang 2010, pemasukan tertinggi berasal dari Indonesia sebesar US$6,377 miliar. Angka tersebut membuktikan bahwa emas sebesar 1.471,34 metrik ton dan perak sebesar 5.553,68 metrik ton. PT Freeport Indonesia sangat penting bagi Freeport McMoran. Freeport akan bertahan dan melakukan segala cara agar pemerintah RI menghormati kontrak sampai 2041.

Sebagai bentuk dukungan dan rasa belasungkawa, PP KEP SPSI menggelar acara Aksi Damai Penyampaian Aspirasi Keprihatinan, memprotes dan mengutuk kejadian di Freeport tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2011 ini berbarengan dengan proses pemakaman almarhum di ranah Papua. Dalam kegiatan ini PUK SPSI PT SPV beserta seluruh elemen serikat pekerja mengikuti long march dari Monas menuju Istana Negara diiringi dengan lagu Gugur Bunga. Puncak acara diakhiri dengan doa bersama dan penyerahan karangan bunga untuk Alm. Petrus yang diberikan langsung oleh ketua PP KEP SPSI Bapak Abdulah kepada anggota keluarga almarhum yang bisa hadir dalam acara tersebut.


Meeting Asuransi dengan Managemen

Pertemuan Masalah Asuransi Kesehatan Ruang Meeting B Club House

Integra sebagai Broker resmi asuransi kesehatan karyawan PT SPV mempresentasikan pengelolaaan asuransi kesehatan karyawan kepada Manajemen dan Serikat Pekerja 29 September 2011 yang lalu. Dihadiri langsung oleh Presiden Direktur, Mr. Kalt dan Mr. Ian Colley. Dalam pertemuan tersebut HRD diwakili oleh Bapak Deden (Senior Manager HRD) dan Manager Service, Bapak Agus ZM. Sedangkan dari Serikat Pekerja, diwakili oleh ketua, Sekretaris dan wakil Bidang Kesra.

Tim Integra yang dipimpin oleh Ibu Anggraini mempresentasikan

TREND OF BENEFIT IMPROVEMENT yang diberikan dalam pelayanan kesehatan ini yang semuanya dikatakan mengalami kenaikkan. Menurut paparannya, Pelayanan kesehatan untuk karyawan SPV jauh lebih baik dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan disekitarnya. Menurutnya lebih lanjut, bahwa peningkatan tersebut ditunjukan dengan diantaranya, karyawan yang bisa bebas dan fleksibel dalam memilih rumah sakit dan untuk RS Bayu Asih karyawan SPV mendapatkan pelayanan di VIP Room. Kemudian obat yang tidak terbatas, pemberian kacamata tidak hanya kepada karyawan tetapi untuk keluarganya, santunan untuk biaya persalinan normal 1 – 1.25 juta dan Cesar 6.12 juta, dan Vitamin yang di cover Rp 100.000/ tahun.

SPSI melalui Triswanto sangat memberikan apresisasi kepada manajemen yang sudah memperhatikan masalah kesehatan karyawan dengan meningkatkan benefit yang didapatkan oleh karyawan dengan mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Dan SPSI akan memberikan konstribusi kepada manajemen dengan membantu mengontrol agar biaya besar yang dikeluarkan tersebut benar-benar dapat dinikmati oleh karyawan. Ditegaskannya bahwa peranan SP yang tidak hanya mengontrol kesehatan, tetapi juga kantin, sepatu dan baju seragam dan transportasi adalah semata-mata untuk membantu manajemen agar pengelolaan dana yang dikeluarkan tersebut bisa mencapai hasil yang optimal dan terasakan oleh seluruh karyawan. Bagi SP, adanya trend Excess Claim di tengah karyawan meski sekarang cenderung turun dari 700 juta menjadi 400 juta tetap menjadi indikator yang signifikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Manajemen belum optimal. Terlepas dari adanya excess claim tersebut Atas Permintaan Sendiri – APS (base own request) ataupun karena terbatasnya limitasi pengobatan (limitation of budget of employer).

SPSI sangat berharap, perusahaan kita bisa belajar dari “Negeri Tetangga” yang bisa memberikan fasilitas Zero Excess Claim bagi karyawannya. Meski kita tidak tahu persis berapa dana yang mereka keluarkan dan sistem yang mereka gunakan, yang jelas Manajemen kita bisa mencontoh agar masalah excess claim ini tidak menjadi momok bagi karyawan yang menghadapi pensiun yang harus bergulat dengan potongan gaji karena adanya excess claim tersebut. Yang menurut Integra turun menjadi Rp. 400 juta pada tahun 2010-2011 ini. SPSI juga mengajak Manegemen untuk mencari solusi penyelesaian excess claim tersebut agar tidak menjadi beban bagi karyawan.

SPSI juga menyampaikan agar medical check up bisa dilaksanakan kembali setelah 2 tahun tidak berjalan. MCU ini sangat penting bagi karyawan untuk mengontrol kesehatannya secara menyeluruh dan rutin selain merupakan implementasi dari PKB BAB X Pasal 35 Ayat 1 bahwa

Dalam kesempatan tersebut juga SPSI menganjurkan untuk diadakan Seminar mengenai kesehatan kepada karyawan supaya mereka bisa mengerti tentang pentingnya menjaga kesehatan dengan melaksanakan polah hidup sehat yang dianjurkan.

Menanggapi hal tersebut Mr. Kalt akan memberikan fokus khusus kepada pemecahan kasus Excess Claim untuk meminimalisasi terjadinya excess claim. Mr. Ian juga mendukung hal tersebut bahwa harus dilakukan suatu analisa yang intensive terhadap excess claim sehingga di masa yang akan datang kita mempunyai suatu sistem pengelolaan kesehatan yang lebih baik dengan tidak adanya Excess Claim lagi. Manajemen berharap kepada karyawan melalui SPSI untuk memberikan kepercayaan penuh kepada Manajemen yang akan selalu peduli untuk memberikan dan meningkatkan fasilitas kesehatan kepada karyawannya secara terus menerus. Hal ini diawali dengan niat manajemen yang akan merekrut satu orang ahli khusus untuk mengurusi masalah kesehatan secara professional. (JS)

Kamis, 27 Oktober 2011

Meeting Bulanan Pengurus

Rapat Pengurus yang dilaksanakan setiap Minggu kedua untuk mengevaluasi program, kerja setiap bidang




Undian Lebaran 2011


Presdir, Mr. Kalt sedang mengambil Undian Lebaran pada acara Halal Bihalal



Mr. Ian Colley sedang mengambil Undian Lebaran pemenang ke dua pada acara Halal bihalal di kantin karyawan PT SPV



Halal Bihalal diakhiri dengan tradisi bersalam-salaman sebagai tanda untuk bermaaf-maafan baik antara sesama karyawan maupun dengan manajemen

Mr. Kalt memberikan hadiah kepada pemenang pertama Undian Lebaran yang diwakili oleh Bapak Soeyono.

Menurut Bapak Agus Zaenal, Service Manager HR, karyawan yang berhak mengikuti Undian Lebaran tahun ini, adalah mereka yang masuk bekerja minimal 3 hari pada masa periode insentif 2 hari sebelum dan sesudah hari raya, yaitu sebanyak 894 karyawan. Manajemen pun memberikan total hadiah uang undian lebaran sebesar Rp. 27.380.000 untuk 344 karyawan yang akan terpilih dalam undian tersebut.

Dan pada undian Lebaran tahun ini yang mendapat hadiah pertama adalah Bambang Purwanto Badge No. 3857 dari Departemen Viscose. Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Mr. Kalt kepada pemenang yang diwakili Bapak Soeyono. Nama-nama pemenang undian tersebut diumumkan oleh HRD sehari setelah kegiatan Halal bihalal tersebut selesai (JS).

LENZING CORPORATE DESIGN RULES



Serikat Pekerja bersama dengan pengurus FOH, Comdev, PKK dan Safety memenuhi undangan dari Bapak Hokky Dewantara yang bertugas mensosialisasikan Lenzing corporate design rules. Menurut beliau ini sangat penting diketahui agar semua pihak yang berkepentingan membuat bulletin, menggunakan PowerPoint ataupun Microsoft Outlook diharapkan dapat menggunakan standar baku yang ditetapkan induk organisasi LENZING.

Kegiatan yang dilaksanakan 9 September 2011 di ruang ITS tersebut dimulai dari pukul 13.30 – 16.00 WIB itu, masih akan terus dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya dengan masing-masing sub organisasi untuk membahas teknis penggunaan design standar tersebut secara lebih detail. (Dian)

Minggu, 16 Oktober 2011

Halal Bihalal Keluarga Besar PT.SPV

Jajaran Manajemen dan beberapa Senior Staff yang hadir mengikuti acara Halal Bihalal


Karyawan yang sedang menikmati makan siang menu khusus halal bihalal


Mr. Kalt sedang menyampaikan “Hatur Nuhun”-nya mengapresiasi karyawan yang tetap aktif bekerja meski harus melewatkan suasana lebarannya di pabrik.


Jajat Sudrajat (Sekretaris SPSI) dan Irma (HRD) sedang memandu acara Halal Bihalal


Pekerja teladan berpose dengan Manajemen dan SPSI usai menerima hadiah dan penghargaan.

Kegiatan Halal Bihalal antara Manajemen dengan karyawan PT SPV yang mengambil tema” “Mari kita pererat tali silaturahmi dan junjung semangat kebersamaan guna meningkatkan produktivitas dan prestasi kerja” dilaksanakan pada saat jam makan siang di Kantin Karyawan, 7 September 2011 yang lalu. Hadir dalam kesempatan tersebut Presdir Mr. Wolfram Kalt, bersama dengan Board Manajemen Mr. Winkler dan Mr. Thate. Yang kebetulan sedang melaksanakan kunjungan kerja ke PT SPV. Acara ini menjadi ajang silaturahmi baik antar sesama karyawan maupun dengan jajaran manajemen yang hadir.

Berangkat dari keinginan SPSI agar acara pengambilan undian berhadiah bagi karyawan yang masuk bekerja pada 5 hari periode insentif bisa dilaksanakan dengan nuansa yang berbeda. Baik dari segi waktu pelaksanaannya, maupun dari pengemasan acaranya. Dan Alhamdullilah keinginan tersebut mendapat sambutan yang positif dari Manajemen sehingga acara tersebut dapat terlaksana dengan baik. Dan ini merupakan kegiatan pengambilan undian insentif pertama yang dilaksanakan waktunya hanya seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri dan dikemas menarik dengan acara Halal Bihalal dengan memberikan menu khusus bagi karyawan yang yang masuk kerja pada tanggal tersebut.

yang berhasil mengharumkan nama perusahaan dengan menjadi Juara pertama dan kedua Pekerja Teladan Tingkat Kabupaten. Dan yang paling membanggakan kita semua, salah satu karyawan tersebut juga menjadi Pekerja Teladan Tingkat Propinsi tahun 2011, yang diraih oleh Joko Sutarno (GA Dept yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan SPSI). Manajemen secara khusus memberikan hadiah uang tunai sebesar Rp 10.000.000. Semoga pemberian hadiah ini bisa memberikan motivasi bagi seluruh karyawan untuk mengikuti jejak menjadi pekerja teladan tahun berikutnya.