Tampilkan postingan dengan label Perwakilan Anggota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perwakilan Anggota. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Agustus 2011

Fungsi Perwakilan Anggota Tetap (PAT)

Dengan adanya fasilitas sepeda diharapkan bisa membantu distribusi undangan ke tangan PAT.





Dari jumlah 52 PAT yang seharusnya hadir, ternyata hanya ada 50% nya saja.

(Humas SPSI).

Perwakilan Anggota Tetap (PAT) yang merupakan representative dari anggota SPSI dari 52 Departemen tidak bisa dipungkiri merupakan jembatan komunikasi yang penting antara Pengurus dengan anggotanya. Semua informasi up to date tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan kesejahteraan karyawan senantiasa disampaikan oleh pengurus melalui PAT ini, selain tentunya melalui media Blog dan Bulletin.

Peranan PAT dalam fungsinya tersebut sangat diharapkan sekali untuk menjadi lebih dominan dibanding melalui Blog dan Bulletin, karena Blog dan Bulletin hanya mampu mencapai sabagian kecil anggotanya saja, salah satunya karena tidak semua anggota mempunyai fasilitas email yang merupakan sarana distribusi kedua media tersebut.

Namun dalam kenyataannya, kita belum bisa mengharapkan optimal peran tersebut dapat dijalankan PAT karena sepertinya PAT harus dibekali dengan kemampuan untuk mengkomunikasikan informasi yang didapat kepada anggota di departemennya ssecara utuh dan tidak sepotong-sepotong, sehingga tidak menimbulkan presepsi yang berbeda-beda. Karena itu Pengurus Serikat dalam tahun ini sudah mengadakan kegiatan training dan kepelatihan yang melibatkan PAT sehingga diharapkan PAT bisa melaksanakan fungsinya secara maksimal.

Kendala lain adalah pada saat pengurus serikat mengundang PAT untuk berkumpul dalam suatu pertemuan untuk mensosialisasikan informasi terbaru, banyak PAT yang tidak dapat hadir memenuhi undangan tersebut. Pengurus sudah mengevaluasi setiap sisi yang meyebabkan hal tersebut.

Ada 3 sisi yang sepertinya menjadi kendala yaitu 1. Dari sisi distribusi surat undangan ke pertemuan ke PAT yang terus diusahakan supaya dapat diterima tepat waktu oleh HOD yang akan memberikan izin kepada PAT untuk bisa hadir (khususnya PAT yang terkena jadwal kerja Shift),

2. Dari Sisi HOD yang karena sesuatu hal yang menyangkut pekerjaan, tidak bisa mengizinkan PAT untuk

Hadir dalam pertemuan atau 3. atau mungkin dari sisi PAT-nya sendiri yang terkesan kurang menjalankan fungsinya untuk mau hadir dalam pertemuan tersebut.

Pengurus akan terus mengupayakan agar ketiga sisi tersebut bisa teratasi sehingga arus informasi dari Pengurus ke anggotanya dapat mengalir dengan maksimal dan optimal karena peran PAT tersebut.

Dari ke 3 sisi kemungkinan penyebab hal tersebut diatas, sisi mana yang berpotensi besar yang menyebabkan PAT tersebut tidak bisa hadir mengikuti pertemuan PAT dengan Pengurus, kami serahkan kepada anggota untuk menjawab dan membantu kami untuk menemukan solusi terbaiknya.

Pada pertemuan PAT beberapa hari yang lalu yang mensosialisasikan 3 hal yang sangat penting untuk diketahui oleh seluruh anggotanya yaitu distribusi salary harmonization 2%, rekreasi tahunan 2011 dan asuransi kesehatan, ternyata jumlah PAT yang hadir sangat sedikit.


Jumat, 16 Juli 2010

PROLOG HASIL PKB DENGAN PAT

Ketua SP sedang memberikan topi atribut PAT secara simbolis kepada perwakilan PAT
Suasana Menjelang Pertemua PA dalam sosialisasi PKB


Pada tanggal 6 Juli 2010 Serikat pekerja mengundang Perwakilan Anggota Tetap sebagai sosialisasi awal atas kesepakatan PKB yang baru selesai ditandatangani Serikat Pekerja dan Pengusaha 26 Juni 2010 yang lalu.
Dalam kesempatan itu, Ketua SPSI, Triswanto menyampaikan proses perundingan PKB dari awal sampai selesainya proses perundingan PKB tersebut. Selain itu, disampaikannya juga perubahan-perubahan yang terjadi pada PKB yang baru termasuk kenaikan Housing Allowance, Attendance Allowance, dan Tunjangan Pendidikan.
Khususnya mengenai Tunjangan Pendidikan, yang merupakan hal baru dalam PKB, terjadi perdebatan yang sengit baik saat perundingan PKB berlangsung maupun saat disampaikan ke karyawan melalui PA-nya Karena Tunjangan Pendidikan yang diberikan ini merupakan pengalihan komponen Overtime.
Melalui berbagai pertimbangan yang terjadi, akhirnya Perusahaan menyetujui untuk memberikan Tunjangan Pendidikan kepada Karyawan sebesar Rp 800.000 untuk level Helper/Operator dan Rp 850.000 untuk level Foreman/Supervisor.
Diakui secara sadar bahwa perubahan baru dalam PKB ini tidak bisa memuaskan dan menguntungkan semua pihak khusunya kepada karyawan yang tidak mempunyai anak atau belum menikah, karena secara otomatis mereka tidak merasakan keuntungan dari adanya Tunjangan Pendidikan ini, sementara di sisi lain, mereka pun harus merelakan sebagian rezekinya hilang karena komponen OT yang ditiadakan.
Tapi sedikitnya mereka masih bisa merasakan Tunjangan Pendidikan ini meski hanya satu bulan, karena Serikat Pekerja berhasil menyakinkan Perusahaan untuk memasukan Tunjangan Pendidikan ini menjadi faktor tambahan dalam THR. Sehingga THR yang akan kita terima, Insya Allah Bulan Agustus 2010, menjadi 1x Basic Salary + 1 bulan Tunjangan Perumahan + 1 bulan Tunjangan Pendidikan.
Jadi bisa kita katakan bahwa Tunjangan Pendidikan bisa dirasakan oleh semua karyawan dibandingkan dengan komponen OT yang hanya bisa dirasakan oleh segelintir karyawan yang melakukan pekerjaan OT saja.
Pengalihan komponen OT menjadi Tunjangan Pendidikan memberikan harapan baru bagi Karyawan dan Pengusaha untuk meningkatkan komponen kantin (meal), transportasi dan dan seragam baik dari kuantitas maupun kulitas. Peningkatan mutu dan kualitas ketiga Komponen tersebut selama ini belum bisa dilakukan dengan leluasa oleh Perusahaan ataupun Serikat karena kendala komponen OT yang ada. Dengan menaikan nilai ketiga komponen tersebut maka dirasakan menjadi beban tambahan perusahaan karena terkait langsung dengan peningkatsan Komponen OT yang harus dibayarkan kepada karyawan yang melakukan OT.
Serikat Pekerja dan Pengusaha telah melakukan hal yang terbaik untuk semua karyawan dan sekali lagi kami menyadari bahwa setiap kebijakan yang diambil tentunya tidak bisa memuaskan semua pihak. Mudah-mudahan kami bisa berbuat yang lebih baik lagi untuk bisa terus meningkatkan kesejahteraan yang bisa dinikmati oleh semua karyawannya, tanpa terkecuali. Tanpa adanya syarat dan ketentuan yang bisa membuat beberapa dari kita tidak bisa merasakannya.Mohon selalu dukungannya….(JS)

Rabu, 16 Juni 2010

RAPAT PERWAKILAN ANGGOTA

Wk. Bid.Organisasi sedang mengukuhkan Perwakilan Anggota Tetap SP.
Ketua SP, Triswanto, sedang memberikan informasi mengenai semua hal yang menyangkut kekaryawanan

Perwakilan Anggota Tetap Serikat Pekerja yang langsung dikukuhkan secara resmi oleh SP


Rapat Perwakilan Anggota ini adalah yang kedua kalinya dilakukan oleh Serikat Pekerja dengan anggotanya setelah yang pertama mengenai Kenaikan Gaji tahun 2010.
Rapat perwakilan anggota merupakan salah satu sarana bagi Pengurus Serikat Pekerja untuk menyampaikan semua informasi kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh Serikat Pekerja hubungannya dengan masalah kesejahteraan anggotanya sebagai Karyawan.
Pertemuan yang dilaksanakan pada hari Rabu 16 Juni 2010 ini dihadiri oleh kurang lebih 51 orang perwakilan karyawan dari semua departemen yang ada di PT. SPV. Penunjukan ini secara resmi dilakukan oleh HOD masing-masing Departemen yang kemudian dikukuhkan oleh Pengurus Serikat melalui Surat Keputusan. Dengan demikian Serikat Pekerja kini mempunyai 51 orang Perwakilan Anggot (PA) Tetap SPSI yang akan membantu Serikat Pekerja dalam menyampaikan semua program kerja dan informasi terbaru mengenai kekaryawanan kepada anggotanya melalui PA tersebut. Selain itu Wk. Bidang Organisasi, Suryana dalam pengukuhan tersebut menyampaikan bahwa PA berperan penting sebagai jembatan penting penghubung dan penyampai aspirasi maupun keluhan yang terjadi dari karyawan kepada Serikat Pekerja dan sekaligus penyampai informasi resmi dari Pengurus Serikat Pekerja untuk mendapatkan berita yang benar dan akurat dan menghindari informasi liar dengan informasi yang tidak jelas dari sumber yang belum tentu dapat dipercaya.
Berkaitan dengan hal tersebut, pada kesempatan ini juga disampaikan perkembangan terakhir mengenai telah disepakatinya Parameter Bonus tahunan yang terdiri dari Quality, Quantity dan Safety, Masalah Piknik, Progress PKB, Bonus Expro (Expansion Project), Asuransi Kesehatan, dan Beasiswa dari Serikat Pekerja untuk karyawan yang kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dengan semua PA mengenai topik-topik tersebut.
Dengan pertemuan seperti ini mudah-mudahan karyawan akan mendapatkan informasi yang jelas dari sumber yang dapat dipercaya melalui PA-nya masing-masing.